Jumat, 17 April 2020
Overthinking
Kamis, 18 Juli 2019
Iri Hati
Penyakit hati yang paling dihindari oleh setiap umat. Dibalik itu semua, ada ketidak niatan untuk iri dan bahkan dengki. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain lah yang membuat munculnya rasa iri hati.
Mencintai lah diri sendiri hingga kau lupa untuk membenci. Cintai lah diri bagaikan kau mencintai kekasih yang sangat kau cintai. Percayalah, Kalian yang terbaik.
Saya pun sering iri hati. Jujur, disaat orang lain tak memperhatikanku dan lebih memilih memperhatikan orang lain lah yang sangat sering membuatku iri. Dan Saya sadar bahwa Banyak orang yang memiliki mata. Disaat itu lah kau diperhatikan. Meski hanya sekilas, setidaknya dirimu sudah terlihat oleh orang lain.
Jangan sedih bila kau tak sebaik orang lain. Karna hanya dirimu lah yang tahu bahwa kau lebih berharga dari orang lain.
:)
Selasa, 26 Maret 2019
Sekelompok Orang
Banyak tipe manusia di dunia ini. Mungkin jika disebutkan pun tak cukup untuk menggambarkan keseluruhannya. Kita tarik dari sisi "remaja" yang bisa dikatakan sering melakukan onar.
Sebagai salah satu remaja yang hanya bisa memperhatikan, saya pun terkadang jadi bulan-bulanan dari hal tak masuk akal yang mereka lakukan. Yang paling membuat saya risih, merusak fasilitas sekolah atau membuat kelas tak karuan.
Ada satu hal pertanyaan dibenak saya. Apa sih manfaatnya kamu seperti itu? Sampai sekarang pun, saya masih heran bahkan sangat heran. Melihatnya saja membuat saya ingin menegurnya. Tapi saya sadar, pendekatan yang saya lakukan untuk menegurnya itu mungkin akan membuatnya merasa digurui. Maka dari itu banyak yang hanya diam atau pura-pura tidak peduli.
Dan satu lagi. Banyak pula yang ingin dihormati dengan cara "membabukan" seseorang. Heran memang. Untuk apa melakukannya bila Kau saja tak bisa menghormati yang lain.
Lalu bagaimana cara agar ia kapok?
Saya sudah melakukan beberapa cara. Cara yang paling efektif ialah diam. Diam dan biarkan mereka melakukan apapun yang mereka mau. Toh mereka tak akan bisa di terima di masyarakat bila sikapnya seperti itu.
Jumat, 22 Maret 2019
Seekor Tikus
Dari awal, tempat saya memang bukan disini. Saya hanya akan menjadi tikus nakal bila berada di sekitar kucing lapar. Tikus bergerak, Kucing menangkap. Tikus menghindar, Kucing mengejar. Begitu terus sampai akhirnya sang tikus mati kelelahan dan sang kucing mati kelaparan.
Kau tau? hal yang paling menyakitnya menjadi orang lemah ia rasa yang tak pernah puas akan diri sendiri. Kesalahan orang lain bagaikan salah satu kesalahan terbesar yang kita miliki.
Salah satu cara bertahan hidup yang tikus jalani adalah hanya bersembunyi dan jangan sampai tertangkap. Melelahkan memang. Tapi itu lah sebabnya kau ditakdirnya untuk menjadi tikus yang kuat. Agar kau bisa menghindari Kucing yang kelaparan dan agar kau tidak mati kelelahan.
Dan terlebih lagi, Kau selalu jadi pemeran antagonis meski kau tak pernah melukai bahkan kau tak pernah menyentuh siapapun kecuali ibumu.
Dunia ini jahat bila kau hanya memandangnya dari sisi kemalangan dirimu. Coba lihat dari sisi yang lebih baik. Kau dibutuhkan kucing untuk bertahan hidup sekalipun kucing itu memiliki makanan yang cukup. Kau selalu dicari meski keberadaanmu hanya bertanda kesialan bagi seseorang. Bersyukurlah atas dirimu yang selalu dicintai Tuhan.
Tenanglah dan jalani semua dengan seharusnya. Hadapi dengan keberanian diri dan keyakinan bahwa kau sebuah hadiah yang Tuhan berikan pada Ibu dan Ayahmu.
Selalu semangat dan berikan yang terbaik untuk orang disekitarmu. Tebarkan kebaikan bila memang kejahatan sudah mendominan hatimu dan orang lain.
Sabtu, 29 Desember 2018
Untuk 2018
Angka-angka yang kau susun untuk membuat kau utuh sebentar lagi akan runtuh. Kau akan tergantikan dengan Adikmu nanti. Ikhlaskan semua yang sudah kau lakukan untukku dan untuk seluruh orang yang menemanimu. Kau jangan risau. Aku terjatuh, Aku berubah, dan sampai Aku menjadi Aku yang ditunggu mama-ayahku itu saat ini bersama mu. Menemanimu hingga kau diganti. Aku tak akan memberi kan selamat datang pada Adikmu nanti. Karna aku terlalu mencintaimu. Maksudku, kau terlalu banyak menyimpan memori untukku dan terutama untuk negeri ku.
Negeri yang sangatku cinta, yang sangat ingin ku buat harum namanya ini sedang berduka. Banyak sakit yang mereka rasakan dan kau tetap menemaninya bagai pak pos yang tetap setia mengantar surat meski sudah terganti kan dengan benda kotak bercahaya.
Untuk Ibu Pertiwi, Jangan lagi bersedih. Jangan lagi kau sakit hati. Aku tau, teman-temanku bahkan mungkin aku sudah menyakitimu. Tapi, maafkan atas kelalaian kami. Maafkan atas segala kurang kami. Kami, menyayangimu teramat sangat.
Dan terakhir untuk seluruh cerita yang ku lalui, Terimakasih sudah memberi warna. Terimakasih sudah ada dihatiku dan menjadi cerita yang padu. Terimakasih kawan! Kalian semua terhebat dan tetap terhebat.
Semua akan berubah bila kau berusaha. Bukan hanya sekedar berdoa tanpa usaha.
Terimakasih,
Jumat, 28 Desember 2018
Rakyat aseran
Aseran merupakan kata lain dari seseorang yang mudah marah. Apa jadinya bila rakyat menjadi aseran?
Di sebuah kelompok atau negara biasanya di pimpin oleh satu orang yaitu pemimpin Dan diikuti oleh sekumpulan orang yang biasanya di sebut rakyat. Rakyat aseran adalah rakyat yang mudah marah. Menuntut lebih dan biasanya selalu menyalahkan pemerintah atas apa yang bukan kehendak pemerintah tersebut.
Rakyat aseran biasanya juga bagian dari tim kontra sang pemimpin. Tak perlu saya beri contoh lagi karna di Indonesia pun masih banyak Rakyat aseran.
'Bukannya rakyat juga punya hak untuk menuntut lebih pada pemimpin?'
Begini kawan. Definisi menuntut lebih menurut setiap orang itu berbeda. Tapi menurut saya, menuntut lebih dalam hak kebebasan berpendapat atau hak kemanusiaan lainnya. Bukan malah seorang rakyat yang pengangguran lalu menyalahkan pemerintah. Memang banyak para sarjana yang pengangguran karena kurangnya lapangan pekerjaan. Tapi itu bukan sepenuhnya salah pemerintah.
Kesimpulannya, Jadilah rakyat yang bijak. Setidaknya jangan merepotkan rakyat lainnya yang mulai bijak terhadap pemerintahan Indonesia yang memang naik-turun. Dan semoga ditahun depan banyak rakyat yang mengerti betapa sulitnya memimpin negara yang rakyat tak menerima pemimpinnya sediri.
Maaf bila sedikit menyinggung. Terimakasih sudah baca :)
Jumat, 16 November 2018
Semoga
Tulisan kali ini tak akan Aku sebar luaskan terkecuali yang mengunjungi blogku ini. Hanya kau dan beberapa orang saja yang membacanya.
Baiklah.
Aku sudah melihat perkembangan dari potensi yang kau miliki. Maaf bila aku memaksa kau untuk melihat apa yang kau bisa saat ini. Tujuanku hanya agar kau sadar , Tak ada maksud lain selain itu.
Dulu, Kau sangat sering ku sebut dalam tulisanku. Entah dalam blog, twitter, atau pun buku bersampul hijau. Kau pasti tak tau apa itu buku bersampul hijau yang ku maksud. Sekarang semuanya sudah berubah. Kau yang berganti bercerita.
Di tulisan pertama yang kau sebar luaskan itu kau berani bercerita sedikit tentangku. Sangat sedikit dan tak kau sebutkan secara rinci siapa aku. Tak masalah sebenarnya. Aku tak peduli kau akan menyebutku atau tidak. Yang terpenting, Kau bercerita dengan gayamu dan dengan pesan yang kau sampaikan.
Aku harap, Kau terus berkembang. Melebihi aku, gurumu dan beberapa penulis yang kau suka. Aku yakin kau bisa. Meskipun aku tau ini bukan lah jalan yang kau mau. Kau hanya menyalurkannya. Benarkan bukan?
Tak ada banyak hal yang ingin ku sampaikan sebenarnya. Aku hanya ingin kau tau apa yang ku banggakan saat ini. Yaitu kamu.